Sporty Magazine official website | Members area : Register | Sign in

::.. Komentar mu lebih berharga dari Emas, Berlian, dan Intan. Thanks... ;-) ..::

Artikel terkini...

Entri Populer

SBY MASIH MELAKUKAN PENDEKATAN MILITER

Selasa, 24 Januari 2012

Data Fakta: http://dogopiaibo-westpapua.blogspot.com/2011/12/organisasi-papua-merdeka-bukan-gerakan.html

ALASAN, SBY: Kesejahteraan di Papua Bukan Sekadar Omong Kosong
Jumat, 20 Januari 2012 | 18:09
Sumber:  http://www.suarapembaruan.com/home/sby-kesejahteraan-di-papua-bukan-sekadar-omong-kosong/16287

(Foto: google.com)
[JAKARTA] Dalam urusan Papua, Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) menyatakan, pihaknya akan terus mengupayakan kesejahteraan bagi masyarakat Papua. Untuk itu, kebijakan terkait perubahan dari pendekatan keamanan (security approach) menjadi pendekatan kesejahteraan (prosperity approach) dijanjikannya bukan hanya menjadi omongan belaka.

”Akhir-akhir ini ada perhatian dari kalangan di dalam dan luar negeri tentang Papua. Saya sampaikan dengan tegas pada siapapun tentang kebijakan kita, termasuk para pemimpin dunia. Inti dari kebijakan dasar kita tentang Papua, kita telah ubah yang semula security approach menjadi prosperity approach. Ini bukan lips service, tapi dijalankan melalui kebijakan, program distribusi anggaran di Papua dan itu besar,” janjinya dalam pengarahan kepada peserta Rapat Pimpinan (Rapim) TNI dan Polri tahun 2012 di Auditorium Perguruan Tinggi Ilmu Kepolisian (PTIK), Jakarta, Jumat (20/1).

SBY pun mengatakan, dunia harus tahu bahwa di Tanah Papua kenyataannya masih ada elemen-elemen separatisme baik yang bergerak secara politik maupun dengan gerakan bersenjata. Oleh karena itu, dia menegaskan, keberadaan TNI-Polri walaupun jumlahnya relatif kecil di Papua bukanlah tanpa alasan. ”Di sana pun tak dilakukan operasi ofensif. Bandingkan dengan kehadiran pasukan koalisi di Irak, Afghanistan, dan Libya, baik dari segi kekuatan maupun aksi militer,” bandingnya.

Dalam hal ini, SBY mengkritik balik LSM-LSM asing yang kerap menyentil kebijakan pemerintah dalam menangani persoalan Papua. Menurut dia, penegakan kedaulatan dan keutuhan wilayah NKRI termasuk Papua adalah kewajiban negara. ”Papua adalah bagian sah, bagian integral dari negara kita. Tidak masuk akal jika ada NGO (non-governmental organization, Red), pihak mana pun yang seolah-olah mengatakan kita dilarang untuk menegakkan kedaulatan hukum dan keamanan di Papua,” tegasnya.

Meskipun begitu, kata Presiden, masyarakat perlu diyakinkan bahwa penanganan aparat di Papua tidak melanggar hukum dan HAM. Dia juga mengimbau aparat di Bumi Cendrawasih agar melakukan tindakan yang tidak berlebihan. Hal itu mengingat banyaknya pembicaraan terkait HAM di mata internasional.

Pernyataan itu dilontarkan SBY, karena dirinya merasa terganggu atas tuduhan yang dilayangkan kepadanya soal pelanggaran HAM berat yang sering terjadi di Tanah Air. Dikatakannya, dalam era kebebasan dan demokrasi sekarang ini, banyak pihak yang dengan mudah menuduh telah terjadi pelanggaran HAM berat. Untuk itu, dia meminta pihak yang menuduh itu memahami lebih dulu apa yang dimaksud pelanggaran HAM berat. SBY sendiri menjelaskan, dalam hukum nasional dan internasional, yang dinamakan pelanggaran HAM berat di seluruh dunia adalah genocide dan crimes against humanity yang mana dua pelanggaran HAM itu ada aturan, ketentuan dan kriterianya masing-masing.

 “Ada pula yang dengan mudah menuduh telah terjadi pelanggaran HAM berat. Sedikit-sedikit pelanggaran HAM berat. Gross violation of humanrights. Benarkah?, mari kita bicara,” ungkap dia. [O-2]

PAPUA BARAT MENJADI "TARGET"

Rabu, 18 Januari 2012

 Mendagri: Potensi Papua Barat Perlu Dikelola Secara Optimal
Rabu, 18 Januari 2012 | 11:14 

Edited by Sonny Dogopia, Published by dogopiaibo-westpapua.blogspot.com

 
Sorong, Info Publik  Menteri Dalam Negeri Gamawan Fauzi mengatakan, luas wilayah  Papua Barat yang begitu besar tapi jumlah penduduk tidak sebanding berarti masih banyak lahan yang harus dikelola, masih banyak bahan tambang yang harus diolah, dan masih banyak pula potensi yang harus dioptimalkan untuk meningkatkan kesejahteraan rakyatnya.

Ia mengajak kepada pasangan Bram-Katjong yang telah menahkodai daerah ini untuk terus membangunkan tekad dan senantiasa bekerjasama dengan berbagai stakeholder untuk memakmurkan rakyatnya dengan jumlah penduduknya boleh  dikatakan masih sangat sedikit.

Mendagri  menuturkan ada beberapa hal yang perlu mendapat perhatian, di mana Papua Barat memiliki sejumlah  suku. Satukan aspirasi dari suku-suku itu  untuk membangun Papua Barat ke depan secara keseluruhan dan selalu membangun semangat kebersamaan dengan tekad yang sama pula demi meningkatkan kesejahteraan rakyat di daerah ini.

“Dia menambahkan, alangkah bahagianya Mendagri, jika Papua Barat bebas dari KKN dan kaitan dengan tugas Mendagri untuk melakukan pembinaan otonomi daerah,” katanya, belum lama ini.

Hal lain menjadi harapan Mendagri, yakni dengan adanya kerjasama antara pemerintah kabupaten dan kota se-Papua Barat serta membangun hubungan kerjasama dengan provinsi lain untuk membangun pertumbuhan dan pusat-pusat industri di berbagai daerah.

Papua Barat   memiliki  banyak tambang, potensi hutan yang begitu luas, potensi kekayaan laut dengan berbagai jenis ikan, maka jika kekayaan tersebut dikelola secara baik dan proporsional, ia yakin Papua secara umum akan lebih cepat mencapai kemajuan dari berbagai lini.

“Ada beberapa poin yang saya sampaikan kepada  gubernur dan wakil gubernur tepilih, saya berharap terkait dan  pengelolaan keuangan daerah kedepankan semangat transparansi, keterbukaan dan akuntabilitas. Serta bagaimana untuk mengelola uang yang cukup besar itu dimanfaatkan  dengan mendengarkan dan mengakomodir berbagai pendapat yang terbaik untuk kemajuan Papua Barat,” katanya.

Kedua segera melakukan konsolidasi dan rekonsiliasi dengan berbagai suku dan segenap elemen masyarakat dengan merumuskan apa yang terbaik demi membangun Papua Barat yang lebih baik dan bermartabat dengan melibatkan peran serta yang efektif dan menggairahkan partisipasi masyarakat  dalam membangun di berbagai bidang, jelas Mendagri.

Ia menambahkan dengan memberi dukungan dan mengambil langkah yang maksimal  dalam menyisati lingkungan kerja yang sadar hukum dalam upaya kaitannya dengan pemberantasan korupsi, kolusi dan nepotisme (KKN).

Gubernur sebagai wakil pemerinah di daerah akan melakukan fasilitasi dan pengawasan  atas pelaksanaan  standard pelayanan minimal yang ada   di wilayah kabupaten/kota di Papua Barat.

Sesuai dengan  UU nomor 32 tahun 2004, dijelaskan bahwa gubernur dan wakil gubernur adalah wakil pemerintah pusat di daerah mempunyai empat tugas pokok, yakni  pertama  melakukan koordinasi di daerah dengan instansi vertical maupun instnasi lain di bawah walikota/bupati.

Kedua melakukan pengawasan penyelenggaraan pemerintahan yang baik (Good-Governance) dan pemerintahan yang bersih (Clear-Government). Lainnya yakni dengan menjalankan tugas-tugas umum pemerintahan dengan memelihara ketentraman, ketertiban masyarakat dalam rangka memelihara kesatuan NKRI.

Prosesi pengambilan sumpah jabatan pelantikan gubernur dan wakil gubernur Papua Barat oleh Menteri Dalam Negeri Gamawan Fauzi atas nama Presiden Republik Indonesia, sesuai surat keputusan Presiden Republik Indonesia, Nomor : 2/P tahun 2012 tanggal 10 Januari 2012.

Tugas gubernur adalah  melaksanakan pembinaan kepada seluruh warga masyarakat dan berbagai komponen yang ada di daerah tersebut yang kiranya dapat dilaksanakan dengan sebaik-baiknya, jelas Mendagri. 

Sumber: (MC.Sorong/rim/toeb), http://www.bipnewsroom.info/index.php?page=news&newsid=13784

Minggu, 15 Januari 2012


<script src="http://www.geocities.com/uddin_81/recent-post.js"></script>
<script>var numposts = 10; var showpostdate = false; var showpostsummary = false; var numchars = 100; </script>
<script src="http://deto-freedom.blogspot.com/feeds/posts/default?orderby=published&amp;alt=json-in-script&amp;callback=rp">
</script>


"...Tuhan, semua ini hanya pada-Mu kami serahkan. Terjadilah menurut kehendak-Mu, segalah upaya dan Doa kami ini untuk menuju hasil yang lebih baik..."<blink> -Amin-</blink>


<blink> I stand up in here for see our land, for voicing, for thinking about that, and work to freedom our self as Papuans</blink>


<div align="left"><span><b><marquee scrollamount="1" behavior="alternate" bgcolor="Dodgerblue" width="100%">
<blink>Komentar mu lebih berharga dari Emas, Berlian, dan Intan. Thanks... :)</blink>
</marquee></b></span></div>


<script language="JavaScript" src="http://forumkristen.com/aplikasi/alkitabhariini/jsfile.php" type="text/javascript"></script>

Follow Me

Categories

 

Total Pageviews