Sporty Magazine official website | Members area : Register | Sign in

::.. Komentar mu lebih berharga dari Emas, Berlian, dan Intan. Thanks... ;-) ..::

Artikel terkini...

Entri Populer

WASPADAI ITELEJEN DI DUNIA MAYA

Rabu, 08 Februari 2012

(Foto: Google.com)
  PAPUA, Jogja -- Kamis (09/02), Pukul 07:40-an WJ, "Kawan-kawan kita perlu waspada akan beberapa fenomena menarik dan gencar-gencarnya operasi intelejen di Dunia maya," tutur Jance Nasira, Senioritas Mahasiswa Papua, melalui Group GRPB.
Jance juga membenarkan hal tersebut dengan beberapa poin:

1. Banyak account facebook atau twitter yg menggunakan nama dan marga-marga asli Papua. Misalnya: Ap, Giay, mandatjan, Awom, Wenda, Wanggai, Elluay, Rumkorem, kwalik, Flasy, atau marga Papua yg lain, yang memposting atau mengomentari suatu berita, tetapi bertolak belakang dengan tujuan Papua yang sebenarnya.
Tujuan mereka jelas. Karena, ingin menunjukan bahwa marga-marga yang kebetulan menjadi tokoh pioners dalam perjuangan Papua merdeka ternyata ada juga yang mendukung NKRI.
Mereka coba gunakan hal ini dengan membina anak-anak dengan marga tersebut untuk menjadi orang penting di NKRI agar kemudian digunakan sebagai alat/tameng untuk melawan gerakan perjauangan Papua. Tujuannya jelas ke luar dan kedalam sehingga mempengaruhi orang Papua juga.

2. Nanti akan ada banyak orang yg ingin berkenalan menjadi teman anda tanpa anda mengerti mengapa mereka senang berkenalan dengan anda. Mereka yang ingin berkenalan itu bisa cowok/cewek. Tujuannya jelas hanya ingin memata-matai aktifitas anda melalui Dunia maya.

3. Anda akan mendapati banyak kawan-kawan pendatang yang tiba-tiba muncul untuk menyatakan kebenaran tentang Papua. Namun tujuannya adalah tetap menunjukan bahwa kita masih saudara dan mendukung penyelesaian dalam bingkai NKRI.

4. Anda akan menjumpai banyak berita yang akan menyamarkan kebenaran tentang sejarah, berita situasi politik yang bermuara menguntungkan BIN/Indonesia.
Akan ada banyak berita yang judulnya memihak kita, tetapi isinya menyalahkan bahkan membawa pikiran/logika ke arah Indonesia. Sehingga anda perlu cermati isi berita. Karena, ini hal-hal mendasar yang digunakan untuk mengubah paradigma seseorang.

5. Akan ada banyak tawaran pekerjaan, jabatan, atau akan ada perbuatan-perbuatan baik yg anda terima apabila anda aktivis kemerdekaan Papua. Namun, anda juga bekerja di birokrasi. Ini tahap pertama untuk merebut hati anda. Tahap berikut kalau anda tidak mempan dengan rayuan mereka, anda akan berusaha dikucilkan atau dirusak nama baiknya sehingga anda akan menjadi tidak nyaman dikantor. Namun, ini biasa. Jangan khawatir! Karena, kalao anda melawan, mereka tidak akan bisa buat apa-apa.
  
Jance juga menitipkan beberapa pesan agar menjadi pegangan untuk mewaspadai beberapa hal yang telah disebut di atas:
1. Anda harus waspadai dan tidak perlu khawatir.
Anda bisa saja berteman dengan siapa saja. Namun, anda perlu yakin siapa orang yang anda berteman. 
2. Anda harus lebih, teliti, dan cermat, dalam memberi komentar dan postingan. 
3. Jangan khawatir tentang anda diawasi atau dimata-matai, itu biasa. Intel juga manusia. Mereka punya kelemahan. Jadi, mari belajar supaya kita tdk terkecoh dan bisa mengecoh mereka.
4. Untuk kawan-kawan yang tiba-tiba muncul mendukung Papua harus anda hargai. Namun, harus tetap kita fokus dengan merdeka, lepas dari NKRI dan bukan bersama Indonesia.
Tanggapi dan buat mereka mengerti, kalau nanti muncul saling ejek akibat logika yang mereka gunakan sudah habis akan ketahuan bahwa ini memang orang sengaja. Kalau, orang yang tadinya tidak tahu lalu kita ajak diskusi dan mengerti berrati itu benar mereka memang belum tahu.
5. Anda bisa waspada dengan diri anda. Saran terbaik untuk menangkal intelejen adalah anda harus mengenal diri anda sendiri. Anda paling lemah dimana ? Wanita/pria, uang, minuman, jabatan, dll. Anda harus waspada disitu. Karena, biasanya intelejen menyerang kita justru dihal-hal yang kita paling lemah. Jadi, kalau hal-hal yang lemah dari kita bisa kita kontrol, mereka tidak akan bisa menjatuhkan atau menjebak kita.

Sebagai Senioritas, Jance juga membuka ruang diskusi tentang berita ini, "Ada yg punya masukan lain? Mari saling ingatkan. Lawan sampai menang !

"1 DARI SEKIAN" MULAI PUNAH

Sabtu, 04 Februari 2012

Sumber: Kompas.com - Budaya.
(http://regional.kompas.com/read/2012/02/03/2236208/Bahasa.Tandia.di.Papua.Barat.Punah.)

Bahasa Tandia di Papua Barat Punah
Timbuktu Harthana | Agus Mulyadi | Jumat, 3 Februari 2012 | 22:36 WIB
published by Sonny Dogopia

(Foto: google.com)
 MANOKWARI, KOMPAS.com - Bahasa asli penduduk Tandia, Distrik Rasiei, Kabupaten Teluk Wondama, Papua Barat, dipastikan punah. Saat ini idak ada lagi penuturnya, dan tak lagi dikenal oleh masyarakat sukunya.

Faktor pemekaran wilayah hingga perkawinan antarsuku, diduga menjadi penyebab kepunahan bahasa daerah itu.  

Menurut Kepala Pusat Penelitian Bahasa dan Budaya Universitas Negeri Papua (Unipa), Andreas Deda, Jumat (3/2/2012), bahasa Tandia milik suku Mbakawar (Tandia) diperkirakan sudah punah sejak tahun 1970-an.

Sebelumnya, bahasa daerah ini diduga mati, maksudnya ada penuturnya tetapi tak digunakan dalam percakapan sehari-hari.

Namun, setelah dilakukan penelitian pada awal 2011, ternyata tidak ada lagi masyarakat suku Mbakawar yang tersebar di empat kampung di Distrik Rasiei, menguasai dan menggunakan bahasa itu sehari-hari.
Dari tiga orang warga yang dijadikan nara sumber, semuanya lanjut usia, ternyata hanya menguasai kurang dari 30 suku kata dan frase bahasa Tandia.

"Tidak ada lagi penduduk asli suku Mbakawar yang bisa bahasa Tandia. Sehari-hari, mereka memakai bahasa Wandamen, bahasa suku Wamesa yang juga mendiami daerah Teluk Wondama," kata Andreas.

Punahnya bahasa Tandia disebabkan sejumlah faktor, di antaranya perkawinan antarsuku yang terjadi selama ratusan tahun. Banyaknya laki- laki suku Mbakawar menikahi perempuan suku Wamesa (Wandamen), mengakibatkan anak-anak mereka lebih mengenal bahasa ibunya, ketimbang bahasa dari keluarga ayahnya.
Pusat keramaian di daerah Teluk Wondama adalah di kampung suku Wamesa, sehingga bahasa pergaulan yang lebih banyak dipakai adalah bahasa Wandamen.

Selain itu, pewarisan bahasa Tandia terhalang mitos yang berkembang di kalangan suku mereka sendiri. Ada keyakinan, jika anak suku Mbakawar menggunakan bahasa Tandia saat orang tuanya masih hidup, maka dia akan celaka. Bahasa ini dianggap tabu digunakan dalam percakapan antar orang tua dan anaknya.

Penyebab lainnya, tambah dosen linguistik Unipa, Hendrik Arwam, adalah pemekaran wilayah yang jamak terjadi di tanah Papua.

Pengguna dan penutur bahasa menjadi lebih sedikit, karena terpisah wilayah administrasi. Ditambah lagi, kesadaran orang tua mengenalkan dan membiasakan anak-anaknya menggunakan bahasa daerah.

Sejarah panjang mobilisasi dan penaklukan suku tertentu terhadap wilayah suku lain di tanah Papua, juga menyebabkan bahasa dari sebuah suku tidak digunakan lagi dan hilang. Tak jarang, malah memunculkan ragam bahasa daerah baru, yang merupakan percampuran bahasa suku asli dangan suku penakluk.

Diperkirakan 30 dari 58 bahasa daerah di Papua Barat punah selama 20 tahun terakhir. Selain itu, 10-15 bahasa daerah juga dipastikan mati, karena tidak pernah digunakan lagi oleh penuturnya, seperti bahasa Meyah, Mpur, Dusner, dan Karondori.

Andreas menyesalkan pemda serta lembaga dewan adat tidak tanggap dengan kondisi seperti ini. Seharusnya, pemda mengajarkan bahasa daerah pada kurikulum muatan lokal di sekolah, sementara lembaga dewan adat tidak hanya mengurusi politik, yang bukan sepenuhnya urusan lembaga adat.
(Timbuktu Harthana | Agus Mulyadi )

Follow Me

Categories

 

Total Pageviews